Logo
Ada Cinta di Meja Hijau
Ada Cinta di Meja Hijau

Ada Cinta di Meja Hijau

53 Bab
Tamat
Dalam romance novel Ada Cinta di Meja Hijau, Anita bertekad mengubah penampilannya demi membalas pengkhianatan Adrian yang memanfaatkannya di firma hukum. Transformasi ini menjadi misi penemuan jati diri dan pembuktian kekuatan di modern novel yang penuh intrik ini.
Bab 1 dari Ada Cinta di Meja Hijau

Anita menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdegup kencang. Dia berdiri di lobby Hartono Firm, firma hukum ternama yang menjadi impiannya sejak lama. Tangannya yang berkeringat menggenggam erat map berisi lamaran pekerjaan sebagai pengacara junior.

"Kau bisa melakukannya, Anita," bisiknya pada diri sendiri, berusaha mengabaikan tatapan heran orang-orang di sekitarnya.

Memang, penampilannya tidak seperti pengacara pada umumnya. Tubuhnya yang gempal dibalut blazer kusut, rambut keritingnya mencuat ke segala arah, dan kacamata tebalnya hampir menutupi separuh wajahnya. Tapi Anita tahu, yang terpenting adalah otaknya yang brilian.

Dia melangkah mantap menuju meja resepsionis, namun tiba-tiba...

BRUK!

"Astaga!" seru sebuah suara maskulin.

Anita terhuyung ke belakang, map di tangannya jatuh berhamburan. Matanya yang membelalak menatap ngeri pada noda coklat besar yang kini menghiasi jas putih pria di hadapannya.

"Ya Tuhan, maafkan saya! Saya tidak sengaja, sungguh!" Anita buru-buru memunguti berkasnya yang berserakan.

Pria itu, dengan rambut hitam yang ditata rapi dan mata setajam elang, menatapnya dengan murka. "Kau... Apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?!"

Anita menelan ludah. "Sa-saya minta maaf, Tuan. Saya akan mengganti jas Anda, saya janji!"

Pria itu mendengus. "Mengganti? Dengan apa? Uang hasil mengemis?"

Kata-kata itu menohok Anita. Dia mendongak, menatap pria itu dengan campuran rasa terkejut dan terluka.

"Dengar, Nona..." pria itu melanjutkan, suaranya penuh ejekan, "Jas ini harganya mungkin lebih mahal dari seluruh isi lemarimu. Jadi sebaiknya kau..."

"Cukup." Anita berdiri, suaranya bergetar namun tegas. "Saya memang bukan orang kaya, tuan tapi saya punya harga diri. Dan saya tidak akan membiarkan siapapun untuk menginjak-injaknya, semahal apapun jas yang dia kenakan."

Pria itu terkesiap, jelas tidak menyangka akan mendapat perlawanan. Karena selama ini tidak ada seorang pun di kantor ini berani membatah apalagi berani melawannya. Dia baru akan membalas ketika sebuah suara menginterupsi.

"Adrian! Kita harus segera berangkat. Klien kita sudah menunggu."

Adrian – rupanya itu nama si pria arogan – menoleh ke arah rekannya dengan kesal. Dia kembali menatap Anita, matanya menyipit berbahaya.

"Ini belum selesai," desisnya. "Kau akan menyesal telah berurusan denganku."

Setelah mengatakan itu, Adrian berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Anita yang masih berdiri kaku di tempatnya. Anita baru ingat kalau yang dia hadapi ini adalah putra mahkota dari pemilik Hartono Firm setelah orang itu memanggil nama pria itu dengan sebutan Adrian karena kemarin dia sempat membuka website perusahaan ini muncull wajah pria itu yang sama persis dengan Adrian sang pewaris tahta Hartono Firm.

Anita menghela napas panjang, berusaha menenangkan diri. Hari pertamanya di Hartono Firm belum dimulai, tapi dia sudah membuat musuh. Dan bukan sembarang musuh – melainkan Adrian, yang ternyata adalah putra pemilik firma ini.

"Bodoh, bodoh, bodoh!" rutuknya dalam hati. "Bagaimana bisa aku tidak mengenali wajahnya? Padahal sudah berjam-jam menelusuri internet tentang firma ini."

Bayangan wajah Adrian yang tersenyum formal di website perusahaan berkelebat di benaknya. Anita menggelengkan kepala, berusaha mengusir perasaan bersalah yang mulai menggerogoti.

"Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur," gumamnya, menegakkan bahu. "Aku harus fokus pada tujuan awalku."

Dengan tekad yang diperbaharui, Anita melangkah menuju meja resepsionis. Di balik meja itu, duduk seorang wanita dengan dandanan mencolok – lipstik merah menyala dan rambut pirang yang disanggul tinggi.

"Selamat pagi," sapa Anita, berusaha terdengar profesional.

Resepsionis itu mendongak, matanya menyipit saat melihat penampilan Anita dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Ya? Ada yang bisa saya bantu?"

"Saya ingin bertemu dengan Pak Yanto," ujar Anita, berusaha mengabaikan tatapan menilai si resepsionis. "Untuk melamar sebagai pengacara."

Si resepsionis menaikkan alis, jelas-jelas terkejut. "Apakah Anda sudah membuat janji sebelumnya?"

Anita menggeleng. "Belum, tapi—"

"Maaf," potong si resepsionis dengan nada jengkel, "tapi Pak Yanto adalah manajer HRD yang sangat sibuk. Tanpa janji, Anda tidak bisa menemuinya."

"Bisakah Anda menghubunginya dulu? Katakan saja Anita ingin bertemu," Anita bersikeras.

Si resepsionis berdecak. "Memangnya Anda ini siapanya Pak Yanto?"

"Saya bukan siapa-siapanya," jawab Anita jujur.

"Kalau begitu, Anda harus membuat janji dulu," ujar si resepsionis dengan nada final. "Lagipula, firma kami sedang tidak membuka lowongan pengacara saat ini."

Anita mulai merasa frustasi. "Tapi saya—"

"Dan kalaupun ada," lanjut si resepsionis, matanya menyapu penampilan Anita sekali lagi, "kami tidak akan mempekerjakan pengacara dengan... penampilan seperti Anda."

Kata-kata itu menohok Anita tepat di ulu hati. Amarah yang tadinya sudah mereda kini kembali bergejolak.

"Dengar," kata Anita, suaranya rendah dan tegas. "Saya tahu penampilan saya mungkin tidak sesuai standar firma ini. Tapi saya di sini bukan karena kebetulan atau iseng."

Si resepsionis terlihat terkejut dengan perubahan sikap Anita.

"Saya datang ke sini," lanjut Anita, "atas permintaan langsung dari Bapak Hartono."

Mata si resepsionis melebar. "A-apa?"

"Ya, Anda tidak salah dengar," Anita menegaskan. "Bapak Hartono sendiri yang meminta saya untuk menemui Pak Yanto dan melamar sebagai pengacara junior di firma ini."

Suasana di lobby mendadak hening. Beberapa orang yang lewat bahkan berhenti untuk mendengarkan.

Si resepsionis tampak kebingungan. Dia menatap Anita dengan campuran ketidakpercayaan dan kecurigaan. "Tapi... bagaimana mungkin? Maksud saya, Anda..."

"Saya apa?" tantang Anita. "Terlalu gendut? Terlalu culun? Atau terlalu berani untuk datang ke sini dan mengklaim hal seperti itu?"

Si resepsionis tergagap, tidak mampu menjawab.

Anita menghela napas, berusaha menenangkan diri. "Saya mengerti ketidakpercayaan Anda. Tapi saya bersumpah, saya tidak berbohong. Silakan hubungi Pak Hartono jika Anda ragu."

Keraguan terlihat jelas di wajah si resepsionis. Dia melirik telepon di mejanya, lalu kembali menatap Anita.

"Baiklah," akhirnya si resepsionis berkata. "Saya akan menghubungi Pak Yanto. Tapi jika ternyata Anda berbohong..."

"Saya siap menerima konsekuensinya," potong Anita tegas.

Dengan tangan sedikit gemetar, si resepsionis meraih gagang telepon dan mulai menekan nomor. Anita menunggu dengan jantung berdebar, menyadari bahwa inilah momen yang akan menentukan masa depannya.

Sementara si resepsionis berbicara pelan di telepon, Anita merasakan tatapan orang-orang di sekitarnya. Beberapa berbisik-bisik, yang lain menatap penuh rasa ingin tahu. Tapi Anita tetap berdiri tegak, menolak untuk terintimidasi.

Setelah beberapa saat yang terasa seperti selamanya, si resepsionis meletakkan gagang telepon. Wajahnya pucat pasi.

"Pak Yanto akan menemui Anda sekarang," ujarnya dengan suara bergetar. "Silakan tunggu di sana. Beliau akan turun sebentar lagi."

Anita mengangguk, berusaha menyembunyikan kelegaan yang membanjiri dirinya. Dia berbalik, bermaksud untuk duduk di area tunggu, ketika matanya menangkap sosok yang membuat darahnya membeku.

Di ujung lobby, berdiri Adrian dengan wajah terkejut... dan murka.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Alena dan Andrio (Sekuel Dendam Anak Tiri)
Alena dan Andrio (Sekuel Dendam Anak Tiri)
Dalam Alena dan Andrio (Sekuel Dendam Anak Tiri), pernikahan mereka menghadapi berbagai rintangan berat. Alena bertekad mempertahankan Andrio di tengah lika-liku hidup. Baca romance novel ini untuk mengikuti perjuangan cinta mereka dalam modern novel yang penuh dengan pengorbanan.
DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL
DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL
Dalam romance novel DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL, Aisyah memilih bercerai setelah dikhianati suami dan sahabatnya. Saat ia menemukan kebahagiaan baru, sang mantan suami justru menghadapi kehancuran. Sebuah cerita pengkhianatan dan pembalasan dendam yang bisa Anda baca di webnovel ini.
Dinodai Tetangga
Dinodai Tetangga
Pemerkosaan yang dilakukan Alex pada Andini membuat Andini merasa trauma. Dia bahkan sempat tidak mau berhubungan dengan sang suami-Arka. Andini dan Arka terpaksa pindah rumah demi menghindari Alex. Apakah pindah rumah solusi utama? Tidak, nyatanya Alex tetap menganggu Andini. Apa yang akan dilakukan Andini setelah ini? Apa dia akan membiarkan Alex mengganggu dia lagi?
Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
Dalam Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain, Zevan menghadapi pengkhianatan Clara. Pebisnis sukses ini terjebak skandal dengan Amanda, pelayan barunya. Simak kisah billionaire romance novels ini di platform web novel kami untuk mengikuti pembalasan dendam dan konflik modern novel yang rumit.
KETIKA DENTING CINTA MENYAPA
KETIKA DENTING CINTA MENYAPA
Dalam KETIKA DENTING CINTA MENYAPA, Zefki yang angkuh harus menghadapi perjodohan dengan Raceh yang pemalu. Romance novel ini menguji apakah perbedaan sifat mampu disatukan oleh komitmen. Baca kisah lengkapnya di web novel modern ini untuk melihat perjuangan membangun cinta sejati.
MANTAN DEPAN RUMAH
MANTAN DEPAN RUMAH
Dalam romance novel MANTAN DEPAN RUMAH, Allana harus menghadapi Marchell yang tinggal tepat di depan rumah pasca cerai. Meski sudah pisah, sang mantan suami tetap berulah. Simak kelanjutan kisah mereka di web novel modern ini yang bisa Anda baca sebagai pilihan fiction books menarik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Jadi Nona Kaya Raya Setelah Cerai
Jadi Nona Kaya Raya Setelah Cerai
Dia telah mengikutinya selama tiga tahun Dia menyebutnya sebagai isyarat yang terkenal dan berharga, tetapi dia tidak dapat menolak lagu tersebut. Aku kembali Bai Yueguang telah bercerai dari rumah, menjadi putri orang terkaya lagi, dan balas dendam adalah Empat Yang Besar. Hadiahnya untuk mantan suaminya Di pesta pertunangan, dia tiba-tiba mengubah penampilannya dan menjadi cantik kembali, mantan suaminya...
Silangkan Hatiku dan Harapan untuk Mati
Silangkan Hatiku dan Harapan untuk Mati
Dalam mencari kebenaran di balik kematian saudara perempuannya, Zoe Hale menikahi miliarder Ashton Cross, yang dia duga sebagai pembunuh. Namun, ketika dia mengenalnya lebih baik, dia menemukan kebenaran lebih bengkok, dan mencintai lebih kuat daripada yang bisa dia bayangkan.
Ibu, Aku Bawa Ayah Menyelamatkanmu
Ibu, Aku Bawa Ayah Menyelamatkanmu
Satya sangat terpukul atas kematian ibunya karena kanker. Kinar, pacarnya, juga didiagnosis menderita leukemia saat itu. Kinar tidak tega melihat Satya mengalami penderitaan kedua. Jadi, dia sengaja menyembunyikan kondisinya dan meminta putus. Satya yang patah hati pergi ke luar negeri untuk belajar kedokteran. Lima tahun kemudian, dia kembali dengan membawa obat anti-kanker dan menjadi direktur rumah sakit. Namun, dia tidak tahu bahwa setelah melahirkan putrinya, leukemia Kinar semakin parah. Karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit, mereka terpaksa tidur di bawah jembatan. Satya akhirnya menemukan Kinar lewat putri mereka dan meluruskan kesalahpahaman. Satya menyelamatkan nyawa Kinar yang berada di ambang kematian dengan suntikan anti-kanker dan keluarga kecil mereka akhirnya bersatu kembali...
Istri Manisku yang Berusia 25 Tahun
Istri Manisku yang Berusia 25 Tahun
Sebagai orang tua tunggal, saya berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan hanya mengandalkan penghasilan yang sedikit dari pekerjaan saya sebagai petugas keamanan. Namun karena sebuah keberuntungan, saya secara tak terduga bertemu dengan seorang istri CEO yang kaya dan cantik. Hanya dengan lambaian tangannya, hadiah-hadiah mewah senilai jutaan dolar menghampiri saya, dan hidup saya berubah secara dramatis sejak saat itu!
Sekeluarga Mendengar Rahasiaku
Sekeluarga Mendengar Rahasiaku
Yunita Sahara terbangun di dalam sebuah novel dan kembali ke era 1980-an—sebagai istri jahat yang ditakdirkan mati cepat, istri dari pria luar biasa yang lumpuh. Ia terikat dengan Sistem “Wanita Pendukung Jahat”. Syaratnya cuma satu: semakin jahat, semakin cepat bisa keluar dari cerita. Yunita pun pasrah: Penjahat? Bahkan anjing saja tidak mau memerankannya. Kalau begitu, biar aku saja! Dengan semangat penuh, Yunita mulai berbuat onar setiap hari, menikmati hidup sebagai “penjahat kelas atas”. Namun ia tidak tahu satu hal—seluruh keluarga bisa mendengar suara hatinya. Alih-alih hancur, keluarga itu justru makin rukun. Bahkan sang suami yang lumpuh bisa berdiri kembali… Ia hanya ingin hidup bersamanya.
Suamiku Menangis Minta Aku Pulang
Suamiku Menangis Minta Aku Pulang
Seorang ibu rumah tangga bernama Aurelia, pada hari pensiun suaminya Daniel, menerima permintaan untuk berpisah biaya. Ternyata Daniel ingin menyimpan uang pensiunnya untuk adiknya, Gerry, yang telah lama mengincar harta pranikah Aurelia. Aurelia dengan tegas menyetujui berpisah biaya dan membuat perjanjian. Menghadapi tekanan dari Daniel, Aurelia akhirnya buka-bukaan: dia sudah lama memiliki kekayaan yang berlimpah. Ia dengan mantap bercerai dan memulai babak baru dalam hidupnya.