Logo
30 Days Lover
30 Days Lover

30 Days Lover

52 Bab
Tamat
Dalam novel romance 30 Days Lover, Rayhan membatasi hubungan hanya 30 hari karena trauma. Saat bertemu Alda, ia harus memilih antara lari atau menghadapi rasa takut demi cinta sejati. Baca online novel modern ini untuk mengikuti dilema komitmennya di platform web novel kami.
Bab 1 dari 30 Days Lover

"Aku rasa hubungan kita cukup sampai di sini, Liana," ucapku dengan nada setenang mungkin. Meski begitu jantungku berdebar kencang. Tak pernah mudah bagiku untuk mengakhiri suatu hubungan, sesingkat apapun itu.

Liana menatapku dengan mata membelalak. Garpunya yang sudah setengah terangkat ke mulut perlahan turun lagi. "Apa maksudmu, Rayhan? Kamu mau kita putus? Sekarang?" Suaranya meninggi di akhir kalimat, hingga beberapa pengunjung restoran menoleh ke arah meja kami.

Aku menghela napas panjang. Kuraih jemari Liana di atas meja, tapi dia menepisnya kasar. "Dengar, aku sudah menjelaskan dari awal kalau aku tidak bisa menjalin hubungan lebih dari 30 hari. Dan hari ini, adalah hari ke-30 hubungan kita," jelasku sabar.

"Persetan dengan aturan bodohmu itu! Aku pikir kamu sudah berubah, Rayhan. Aku pikir kamu tulus saat mengatakan sayang padaku!" Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Liana. Ia menatapku dengan sorot terluka.

Aku menggeleng pelan. "Aku tidak pernah bermaksud memberimu harapan palsu, Liana. Aku juga tidak ingin menyakitimu. Tapi aku juga tidak bisa membohongi hatiku sendiri."

"Omong kosong!" Liana menggebrak meja dengan keras, membuat piring dan gelas bergetar. "Kau pikir aku ini apa? Mainan yang bisa kau buang setelah bosan?"

"Bukan begitu, Liana. Tolong mengertilah..." Aku berusaha menenangkannya, tapi Liana keburu kalap.

Plakk! Tangannya melayang cepat menampar pipiku, keras hingga terasa panas. Aku terperangah, tak menyangka akan ditampar di depan umum begini.

Belum habis rasa terkejutku, Liana menyambar gelas anggur dan menyiramkan isinya ke wajah dan kemejaku. Cairan merah pekat itu membasahi kemeja putih yang kukenakan. Aku hanya bisa ternganga saking syoknya.

"Dasar brengsek! Aku benci padamu! Jangan pernah muncul lagi di hadapanku!" Liana berteriak histeris. Ia membanting gelas hingga pecah berhamburan di lantai, sebelum beranjak pergi meninggalkanku yang masih membeku.

Kejadiannya begitu cepat hingga aku tak sempat bereaksi. Aku hanya termangu menatap kepergian Liana dengan perasaan campur aduk. Rasa bersalah, malu, dan jengkel bercampur jadi satu. Bisik-bisik di sekelilingku terdengar bagai dengungan lebah yang mengganggu.

Aku menghela napas berat. Tak pernah mudah mengakhiri hubungan, tapi ini juga bukan pertama kalinya bagiku. Sudah puluhan wanita kucampakkan dengan cara yang sama. Biasanya aku bisa langsung menepis rasa bersalahku, tapi entah kenapa kali ini berbeda. Mungkin karena ekspresi terluka di wajah Liana, atau sorot kecewa di matanya yang tak bisa kulupakan.

Dengan langkah gontai aku beranjak dari kursiku menuju toilet. Kuabaikan pandangan menghakimi dari para pengunjung lain, juga bisik-bisik yang menyuarakan simpati pada Liana dan memakiku. Masa bodoh dengan mereka semua.

Di toilet, aku menatap bayanganku sendiri di cermin. Wajahku terlihat kacau dengan noda anggur di mana-mana. Kemeja putihku juga kini ternoda kemerahan. Sambil membasuh muka, kuhela nafas panjang dan berusaha menjernihkan pikiranku.

Benarkah yang kulakukan selama ini? Apakah aturan 30 hariku ini memang jalan hidup yang kupilih? Akankah aku selalu seperti ini, melompat dari satu hubungan ke hubungan lain tanpa pernah serius pada seorang wanita?

Bayangan wajah Mama berkelebat di benakku. Raut kecewanya saat mengetahui aku kembali memutuskan pacar. Nasihatnya yang tak pernah bosan kudengar, agar aku berhenti bermain-main dan mulai serius mencari pendamping hidup.

Tapi aku menggelengkan kepala kuat-kuat, mengusir keraguan itu. Tidak, aku sudah memilih jalanku dan akan ku jalani sebaik mungkin. Hubungan asmara hanya membawa luka, aku tak mau tersakiti lagi. Aku tak mau mengulang kesalahan Papa dan Mama.

Kuhapus sisa-sisa noda anggur sekenanya, lalu melangkah keluar toilet dengan dagu terangkat. Masa bodoh dengan mereka yang menghakimiku. Ini hidupku, aku yang berhak mengaturnya sesukaku.

Saat aku kembali ke meja, Liana sudah tidak ada. Hanya tersisa taplak meja yang basah oleh anggur, juga serpihan gelas yang berserakan. Aku mendengus kesal, terpaksa harus membereskan kekacauan yang ditinggalkannya.

Usai membayar di kasir, termasuk biaya ganti rugi gelas yang dipecahkan Liana, aku bergegas menuju pintu keluar. Aku sudah muak dengan suasana restoran ini dan ingin segera pergi.

Langkahku terhenti saat tanpa sengaja menabrak seorang wanita yang baru masuk. Aku terhuyung sedikit, tapi refleks menangkap pinggangnya agar dia tidak jatuh.

"M-maaf, aku tidak sengaja!" ucapku terbata saat menyadari posisi kami yang cukup intim. Wajahku spontan memerah dan aku bergegas melepaskan peganganku.

Tapi kemudian mataku terpaku pada sosok di hadapanku ini. Dia... wanita tercantik yang pernah kutemui! Rambut hitam panjangnya tergerai indah bak sutra, dengan wajah bak bidadari yang dihiasi sepasang mata coklat bening, hidung mancung, dan bibir mungil kemerahan. Kulitnya putih mulus bagai pualam, membuat gaun merah yang dikenakannya tampak semakin menawan.

Untuk beberapa detik aku hanya bisa terpana menatapnya, terpesona pada kecantikan dan auranya yang memukau. Sampai kemudian dia bersuara, "Tidak apa-apa, saya juga minta maaf karena jalan sambil melamun."

Astaga, bahkan suaranya pun begitu merdu! Aku jadi kehabisan kata-kata. "Eh, oh, i-iya. Mmm, kalau begitu saya permisi dulu," ucapku kikuk akhirnya, setelah berhasil menguasai diri.

Aku baru akan melangkah pergi saat si wanita cantik itu menahanku. "Tunggu! Kemejamu... terkena noda anggur?" Ia menunjuk pakaianku yang masih merah di bagian dada.

Mau tak mau aku tersenyum kecut. "Ya, tadi ada sedikit... kecelakaan," jawabku diplomatis, tak mau menjelaskan insiden memalukan dengan Liana barusan.

"Wah, pasti rasanya tidak nyaman sekali. Mungkin sebaiknya kau segera menggantinya sebelum nodanya meresap dan susah dihilangkan," sarannya prihatin.

"Ah, benar juga. Terima kasih atas sarannya, mmm..." Aku menggantung kalimatku, bingung harus memanggilnya apa.

Seolah bisa membaca pikiranku, wanita itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum manis. "Alda. Namaku Alda."

"Rayhan. Rayhan Mahendra," balasku cepat sambil menyambut uluran tangannya. Sentuhan kulitnya yang lembut bagai sengatan listrik kecil di sekujur tubuhku. "Senang berkenalan denganmu, Alda."

Alda tertawa kecil, memamerkan sepasang lesung pipi yang membuatnya terlihat semakin manis. "Senang juga berkenalan denganmu, Rayhan. Sayang sekali pertemuan kita harus diawali dengan tabrakan seperti ini."

"Ah, tidak apa-apa. Justru aku yang minta maaf." Aku terkekeh, entah kenapa merasa kikuk sekaligus bahagia bisa mengobrol dengannya. "Baiklah, sepertinya aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa lagi, Alda."

"Ya, sampai jumpa lagi." Alda mengangguk dan melambaikan tangan. "Semoga harimu menyenangkan, Rayhan!"

Senyumku melebar dan aku balas melambai padanya. Dengan langkah ringan kulanjutkan perjalanan menuju tempat parkir, di mana mobilku berada. Rasa kesal dan kacau setelah putus dengan Liana mendadak hilang tak berbekas, digantikan oleh euforia yang meluap-luap.

Batinku tak henti mengulang nama Alda, juga gambaran jelita parasnya. Astaga, apa yang terjadi denganku? Aku merasa seperti remaja tanggung yang sedang kasmaran! Padahal aku baru saja bertemu Alda, bahkan belum mengenalnya sama sekali.

Getaran ponsel di saku celana mengejutkanku. Ternyata dari Liana. Aku mengerutkan kening saat membaca pesan singkatnya yang penuh umpatan kasar dan makian. Tapi anehnya, aku tak merasa kesal atau bersalah seperti tadi. Pikiranku masih dipenuhi sosok Alda.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Balas Dendam dari Ayahnya Sahabat
Balas Dendam dari Ayahnya Sahabat
Dalam novel romantis modern Balas Dendam dari Ayahnya Sahabat, aku terjebak dalam aksi pembalasan kejam. Demi menebus kesalahan ayahku yang menyakiti putri Om Charlie, aku terpaksa pasrah diperlakukan sesuka hati oleh pria itu. Baca novel online genre novel mafia ini untuk melihat nasibku yang tak berdaya.
Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang
Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang
Dalam Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang, Jilly merencanakan pelarian setelah dikhianati suaminya, Elton. Romance novel bertema billionaire romance novels ini mengikuti perjuangan Jilly melindungi bayinya dari pria yang nyaris membiarkannya tenggelam demi wanita lain.
Belang si Janda Kembang
Belang si Janda Kembang
Dalam romance novel Belang si Janda Kembang, Amy berjuang mempertahankan rumah tangga modern miliknya di tengah tekanan mertua karena belum memiliki anak. Ia harus memilih antara bercerai atau dimadu dengan janda bernama Arem. Baca kisah lengkapnya di web novel ini sekarang.
Ex-Husband Or Mr. Ceo
Ex-Husband Or Mr. Ceo
Dalam novel Ex-Husband Or Mr. Ceo, Leira berjuang menata hidup di Chicago demi putranya. Saat membangun karier di perusahaan penerbitan, ia terjebak antara bayang-bayang mantan suami dan kesalahpahaman dengan atasan. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti pilihan hidupnya.
Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
"Ilusi Cinta yang Kukira Abadi" adalah novel romantis misteri tentang Monica yang menyadari pernikahan lima tahunnya dengan miliarder Simon hanyalah kedok untuk melindungi wanita lain. Demi lepas dari pernikahan palsu ini, ia merencanakan kematian palsu. Baca novel online menarik ini sekarang!
Kau Tak Pernah Mencintaiku
Kau Tak Pernah Mencintaiku
Dalam Kau Tak Pernah Mencintaiku, Aurora terjebak pernikahan tanpa cinta dengan billionaire Leandro. Di tengah tekanan mertua, ia harus bertahan saat kakak kandungnya kembali untuk merebut posisi sang adik. Temukan kisah pengkhianatan dalam romance novel ini di platform web novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bukan Permaisuri Gendut Biasa
Bukan Permaisuri Gendut Biasa
Dianggap remeh karena tubuhnya, tidak ada yang menyangka bahwa Permaisuri Elia memiliki kecerdasan dan keberanian yang luar biasa. Semua orang pikir dia lemah, nyatanya dialah ancaman terbesar.
Pembalasan Dendam Sang Pengantin
Pembalasan Dendam Sang Pengantin
Setelah menyelamatkan tunangannya, Wyatt, dengan konsekuensi berat badannya melonjak drastis akibat efek samping hormon, nasib Thea berubah. Didukung diam-diam oleh ayah Thea yang berkuasa, Wyatt yang kini sukses justru merasa jijik dengan perubahan fisik sang tunangan. Pengkhianatan pun terjadi: Wyatt menjalin hubungan gelap dengan calon istri saudaranya sendiri, lalu memalsukan kematian dirinya dan mencuri identitas sang saudara untuk menikahi wanita itu. Mengetahui kebenaran pahit itu, Thea menyimpan dendam. Kesempatan emas tiba saat dia menyelamatkan CEO Samuel, dan mereka sepakat untuk segera menikah. Berkat pil pelangsing ampuh karya saudaranya, Thea berhasil mendapatkan kembali kecantikannya. Kini, dengan tekad membara, dia melangkah ke pesta pernikahan yang seharusnya menjadi miliknya, siap menuntut balas atas semua pengkhianatan.
Kencan Buta Mematikan
Kencan Buta Mematikan
Stella Sosro, gadis lajang yang menolak pinangan Dennis Liman dengan alasan sembarangan, tanpa sengaja menjadi "tersangka" penyebab bunuh diri ibu Dennis, Heidi Liman. Ia tak hanya harus mengganti rugi 6 miliar kepada Keluarga Liman, tetapi juga tewas putus asa dihantam opini publik. Saat terbuka matanya kembali, Stella kembali ke hari ia berkencan buta dengan Dennis. Kali ini, ia bertekad takkan mengulangi kesalahan yang sama.
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Yumi Solihin diberkahi pernikahan oleh mendiang kaisar ke Kediaman Adipati Setia. Tak lama kemudian, Kediaman Jenderal musnah. Saat melahirkan, dayang Selina menukar anaknya karena cemburu. Yumi sadar tapi diam, pergi ke Gunung Suci selamatkan putrinya. Ia kemudian membimbing Julia Yongki jadi permaisuri pangeran mahkota, sementara Selina menyiksa putri kandung Yumi. Saat kembali ke rumah orang tua, Selina ungkap kebenaran, tapi Yumi mengenakan baju zirah, memimpin bekas pasukan dengan pedang mengarah ke Adipati Setia.
Nyonya, Suamimu Nggak Tahan Lagi
Nyonya, Suamimu Nggak Tahan Lagi
Aku tidak sengaja masuk ke kamar dan tempat tidur seorang CEO karena sahabatku. Setelah berpanas-panasan di malam hari, dia langsung mencariku di seluruh penjuru kota. Namun, sahabatku mengkhianatiku karena kekayaan CEO yang sangat luar biasa itu, dia menyamar sebagai diriku dan mencuri hasil desainku. Aku berhasil lolos wawancara di sebuah perusahaan besar, tetapi mengapa CEO perusahaan ini terlihat sangat akrab? Apakah dia akan menyadari bahwa aku adalah gadis yang bersamanya di malam itu?
Ayah yang kalah jadi Orang Besar
Ayah yang kalah jadi Orang Besar
Dengan permintaan putri mereka Celia, Edo yang seorang veteran, dan Luna seorang CEO Grup Orion, menikah secara tiba-tiba. Mereka menghadapi cemoohan dari teman dan keluarga karena profesi samaran Edo sebagai petugas pencuci piring di restoran. Luna mendukung Edo saat ia selalu melindungi mereka dari berbagai ancaman. Edo dicap secara tidak adil sebagai seorang pembelot dan gila harta, Edo akhirnya mengungkapkan identitas aslinya sebagai pemimpin kelompok keadilan rahasia, 'PASUKAN PELINDUNG.' Ia menyembunyikan identitasnya untuk membasmi pengkhianat dan membubarkan organisasi jahat, sembari menjadi suami dan ayah yang setia.